Sabtu, 03 Agustus 2013

peka lah terhadap tubuhmu sendiri

*kupersembahkan cerita ini untuk sahabatku yang jauh disana

 hey, ususku yang malang "apakabar dengan dirimu? apa kau baik-baik saja didalamnya? apa kau menahan sakit? apa mungkin kau bisa merasakan tubuhku yang kian lemah karena aku tidak bisa menjagamu? apa mungkin kau yang tidak tahan lagi berada ditubuhku dan ingin keluar begitu saja?"
 ya.. aku tahu ini salahku, aku tahu karena kebiasaanku makan seenak perutku saja tanpa pernah memikirkan ada kau didalamnya. Aku tahu mungkin kau sudah menahan, sudah mencoba untuk diam , sudah memberikan aku waktu atau mungkin kau sudah mengingatkanku dulu.. Tapi sayang, aku tak terlalu peka untuk itu, aku terus saja makan ini itu, bahkan tak teratur, benar-benar seenak ku saja. Aku sama sekali tak memikirkan apa yang terjadi denganmu, apa yang kau rasakan dan bagaimana gejolak dirimu menahan nafsu ku sendiri.
 Andai saja, waktu itu, waktu kau masih berfungsi dengan baik, waktu kau masih bersikap manis didalam tubuhku dan waktu kau membiarkan aku untuk menikmati hidup ku , aku bisa merasakan rasa sakit yang kau tahan. Mungkin sekarang aku masih baik-baik saja, mungkin sekarang aku masih bisa hidup normal, mungkin sekarang aku tidak harus merepotkan orangtuaku dengan menanggung biaya akibat ulahku yang telah membiarkan kau begitu saja usang, dan mungkin sekarang aku tidak harus berhadapan dengan wanginya kamar operasi, jarum suntik, obat bius dan apapun itu.
 Haa aku hanya bisa menghela napas bukan? dan sekarang aku merasakan bagaimana menahan sakit yang mungkin dulu pernah kau rasakan. Aku tidak cukup kuat untuk ini, aku tidak cukup tangguh untuk ada di posisi ini. Berlebihan mungkin, tapi sungguh "ketika kau menjerit sakit itu benar-benar sakit sampai ke ujung rambutku, seperti digerogoti secara perlahan" Tapi tak mungkin aku membiarkan kau pergi begitu saja, tak mungkin aku secepat ini menyerah.
 Tuhan.. aku hanya ingin sehat seperti dulu, aku hanya ingin ususku berfungsi dengan baik kembali, aku hanya ingin hidup normal karena jalanku masih begitu panjang, aku baru saja akan memulai merangkai masa depanku yang indah. Menjadi dokter untuk masyarakat, keluarga dan diriku sendiri. 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar