Sabtu, 28 April 2012

seniorku gebetanku Part 1

*ini hanya sekedar cerpen , tidak nyata*

hanya mau coba-coba buat cerpen , maaf kalau cerpennya agak alay -_-

"maa.. cepatlah , tita udah telat" ujarku menghela nafas menahan hati karena keleletan mamaku

"jadi kamu biarin mama ga pake jilbab? makanya kode dulu waktu mau pergi tuh , memang pekerjaan mama cuman nganterin kamu" mama mebalas dialogku

"okee pleaseeee ma , aku ujian dengan ibu Lia , aku harus dapat tempat duduk strategis" suaraku memelas

"yaa .. panasin lah mobil tu dulu" mama menjawab lagi keluhanku

setiap pagi rumahku diledakkan dengan suara pertengkaran ku dengan mama hanya karena keleletannya memasang jilbab yang sebenarnya jilbab nya itu super biasa , ga ada seninya~ mungkin jika jantungku ini adalah manusia , ia kan lebih memilih dicabut saja nyawanya daripada harus hidup ditubuhku , karena selalu mendapat kecaman yang begitu tajam setiap detiknyaa~

karena rumahku hanya sejengkal tangan dari sekolah , dalam hitungan detik aku bisa langsung sampai di gerbang sekolah . Aku menapaki jalan disekolah ku dengan santai untuk merelaxkan jantungku yang mungkin sebentar lagi sakaratul maut .
tiba-tiba disudut sekolah ada segerombolan cowok-cowok yang jika dikategorikan ganteng enggak , jelek juga enggak , yaudah sedang-sedang aja yaaa . Beberapa orang diantara mereka ada yang aku kenal , dan setahu aku mereka adalah seniorku dan bisa dipastikan mereka adalah anak IPS .
hmm aku melanjutkan perjalananku menuju kelas , eittsss ketika kaki aku mau melangkahkan kaki , ada seorang senior yang ditutupi dan aku melihatnya samar-samar(?) sekilas memag keren , tapi waktu itu aku sadar diri , ga mungkinlah aku bisa dapatin dia , secara dia siapa aku juga siapaa....

"doooor ciyeee bb baruuuu" leni mengejutkanku dari belakang

"ha..haaa.." aku terkejut dan meyakinkan tubuhku dihadapan leni agar tidak tahu aku baru saja terpesona karena seniorku itu

"dari mana len ? hahaha biasa anak muda , orang ber-BB , ber-BB jugalah kita" ucapanku untuk menghindar

"yaa dari rumahlah , ini kan masih pagi nyet, kekelas yuk" leni menggandeng tanganku dan kami menuju kelas

pandanganku masih saja kearah senior itu , aku hanya untuk memastikan memoriku agar kerangka mukanya masih tersimpan dengan baik di otakku .

Ketika aku sudah sampai dikelas , anak kelasku bersorak-sorai ...
"tau deh yang baru pulang dari luar negeri" sindir putra melihatku

"eh oleh-olehnya bb baruu loooh" ujar ruri meledekku.
wajahku merah merona , tidak tahu harus menjawab apa , aku hanya tertawa dan menghampiri tempat dudukku .

"taa ,, pinnya berapa ? biar aku invite sini" ani menghampiriku

"aku ga hapal , sini biar aku aja yang invite"

"nih... sekalian invite anak kelas aja , disana lengkap kok pinnya " ani menyodorkan bbnya padaku

aku melihat contact-contact yang perlu aku invite, dan aku sengaja broadcast pinnku , satu persatu permintaan teman di bbku penuh dari berbagai pejuru , baik itu dari junior , teman seangkatan maupun seniorku . Tapi satu yang disayangkan orang yang aku temui tadi pagi tidak menginvite ku, mungkin dia memang tidak mengenal ku atau mungkin dia bukan tipe orang alay seperti itu hehehe
aku berusaha mencari kontak bbmnya , dan pada saat itu juga aku menginvitenya, tapi tetap saja itu hanya sebagai pajangan dikontak bbmku . Awalnya aku tidak tahu namanya siapa , dari 250 kontak di bbnya ani , aku buka satu per satu display picturenya , dan yeaaah AKU MENEMUKANNYA

"anii.. ini siapa ?" aku menyodorkan bbnya dan memperlihatkan sosok senior yang aku sukai

"oo itu namanya Rendy , anak XII IPS 3" jawab ani biasa

"kenapa emangnya? kamu suka ? inget yudi dooong" sahut ali disampin ani

"enggaklah , cuman nanya aja , soalnya aku jarang liat dia" sahutku menghindar

"titaaaa itu ada yudhi diluar" roni memanggilku

"oh my God" wajahku pucat dan berharap yudhi tidak mendengarkan percakapanku tadi..
aku dengan Yudhi sudah berpacaran 15 bulan dari kami kelas satu , Yudhi anak yang baik , pengertian , kocak dan dia sayang banget sama aku , hanya saja aku yang terlanjur tidak tahu diri karena sempat menyukai orang lain seperti ini .

"kangeeen bangeeet sama kamu yudh" sapaku gombal .

"ahaha baru juga ketemu udah gombal kamunya" yudhi memencet hidungku bertanda kangen .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar