Selasa, 25 Oktober 2011

move on itu tidak sulit

anggap saja ini kisah ku . Mungkin ada beberapa orang yang tidak sependapat dengan judul ku , tapi setelah aku pahami secara rinci bagaimana kisahku , aku bisa mengartikan aku sudah "move on" dengan kisahku yang dulu .

dulu ketika aku masih duduk di kelas XI SMA , aku memiliki seorang pacar pertama yang membuat aku bisa serius menjalani kisah yang aku punya . Pertemuan kami berawal ketika aku ditunjuk menjadi pemimpin upacara perwakilan dari kelas saat aku duduk di kelas X SMA dan ia menjadi senior yang melatihku menjadi pemimpin upacara yang baik . Karena pada waktu itu aku belum cukup tahu tentang arti lelaki dalam hidupku , aku masih merasa "nothing special to be discussed" . Namun karena teman-teman disekeililingku seakan memberikan dukungan dan sejenis ejekan yang menyindir yang membuat dia akhirnya menembakku . "I was suprised , lost my mind and don't know what to do" . Hubungan kami berjalan dengan "flat" , dia tidak menegurku 3 bulan pertama , bisa diartikan aku bukan seperti kekasihnya disekolah , aku hanya temen SMS-an untuk hidupnya , namun seiring berjalannya waktu aku mulai mengerti bagaimana dia , aku mulai membuka hatiku untuk bisa sekedar memberikan senyumku ketika aku bertemu dia disekolah . Lama kelamaan hubungan yang kami rajut bisa membuatku layaknya bidadari yang diperlakukan begitu baik dengan pangeran yang ia cintai . Kami seperti lebah dan madu yang tidak bisa dipisahkan disekolah , bukan hanya teman sejawat yang tahu hubungan kami , melainkan hingga guru dan pegawai sekolah mengetahui kalau kami adalah sepasang kekasih . Namun kebahagian yang aku punya tak berujung pada akhir aku benar-benar menemukan cinta sejatiku , ternyata Tuhan punya rencana lain untukku . Tuhan membuat dia tidak mencintaiku lagi , Tuhan membuat dia meninggalkanku , Tuhan membuat aku seorang diri menjalani kisahku lagi . Hubungan kami berjalan hampir mencapai 10 bulan , menurutku itu bukan sebuah hubungan yang cukup singkat untuk anak remaja seperti kami . Aku kalut , aku hancur , aku kehilangan duniaku lagi , aku seperti punya dunia baru dengan diriku yang baru . Aku tahu kepergian dia adalah kesalahanku , tapi aku harus bagaimana untuk tetap menenangkan diriku . Namun aku cukup bersyukur karena dia kelas XII , dia menjalani UAN yang berarti dia akan meninggalkan sekolah itu dan bayangan tentang diriku . Aku tidak mempersalahkan salah ku lagi ketika aku tahu dia telah menemukan penggantiku , aku tidak tahu murni kesalahanku atau memang kesengajaan yang Tuhan berikan untukku . Aku hanya bisa melihat kemesraan mereka dari atas balkon sekolahku , aku melihat senyum tawa yang aku fikir dia tidak pernah dapatkan dalam diriku . Aku benar-benar tidak tahu pada saat itu aku harus membalaskah atau tetap diam membiarkan air mataku mengalir begitu saja .

Akhirnya aku naik kelas XII , penentuan hidup dan matiku ada pada kelas itu , ketika aku juga harus menghadapi UAN dan tentu susah memfokuskan otakku ke 4 bidang study pokok mata pelajaran IPA dalam kondisi mata membengkak dan suhu tubuh yang naik dan turun tidak menentu setiap harinya . Satu tahun aku lewati tahun itu dengan sendiri yang pada akhirnya aku lulus dan melepaskan seragamku untuk selamanya . Aku fikir hidupku masih hampa ,menutup diri , dan menganggap "semua lelaki itu sama" . Setelah hubunganku dengan lelaki yang tidak tahu diri itu, aku benar-benar menganggap tidak akan ada hubungan yang sejati lagi seumur hidup ku , aku menghabiskan waktuku dengan mempermainkan banyak lelaki seperti laki-laki itu mencampakkanku dan menggantikanku dengan mudahnya demi wanita itu . Namun lambat laun "aku mengerti mengapa ibuku melarangku untuk pacaran" , mungkin ini sebagian alasan untukku .

Ketika dunia perkuliahan telah aku hampiri , aku mengenal satu demi satu kembali setiap individu lelaki yang berusaha mendekatiku . Bisa dikatakan aku wanita yang jahat , aku seperti memberikan harapan kepada setiap lelaki yang datang untuk mendapatkan cintaku , tapi tetap saja tidak ada seorang pun yang mampu menunggu , yang mampu membuat aku jatuh cinta kembali .
Namun ketika pria itu datang mengetuk pintu hatiku , hati yang beku oleh kemunafikkan cinta yang aku anggap sejati itu sedikit demi sedikit luluh dengan sikap teguh yang ia tunjukkan dihadapanku . Jiwa ku yang kokoh luntur dengan kata sayang yang ia ucapakan , aku tidak tahu aku seperti menemukan kembali separuh hatiku yang hilang pergi ntah kemana . Aku juga tidak bisa langsung mengatakan ini jodohku , sama sekali tidak . Aku ingin melihat keseriusannya untuk memiliki cinta yang akan kuberi lepas jika cinta itu tulus datang . Tapi sungguh aku seperti melihat sosok lelaki dulu dengan lelaki yang aku cintai sekarang , itu satu alasan yang membuat aku belum mampu untuk menyerahkan seluruh hatiku kedalam genggaman hatinya . Tapi aku telah menyerahkan raga dan jiwaku untuk ia cintai , untuk ia sentuh dan ia luluhkan .
Jujur , dia lelaki yang membuat aku bisa merubah prinsip ku tentang lelaki walaupun cuman seupil , dia membuatku bisa menghargai kembali keberadaan lelaki untuk aku cintai .
Andai saja waktu mengizinkanku , aku ingin sekali mengenalkanmu kepada kedua orang tua ku , dan meminta ayahku melamarmu untuk menjadikanmu Ayah untuk anak-anakku kelaknya , karena aku tidak akan pernah mau melepaskan kembali lelaki yang aku cintai hanya karena keegoisan yang aku punya , aku tidak akan menambah penderitaanku kembali , aku akan mencintaimu tulus hingga waktu benar-benar memisahkan kita . Aku percaya sesuatu yang kita kerjakan dengan niat yang tulus untuk mencintai seseorang yang ada dihadapan kita , Tuhan pasti akan meridhoi kita dengan membuatkan sebuah jalan untuk mempersatukan cinta yang kita miliki , karena sebenarnya jodoh itu datang karena Tuhan tahu hati kita siap menerima jodoh kita .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar