Sabtu, 22 Oktober 2011

rasa yang membelenggu

Ini bukan ceritaku , ini bukan untukku .
Gelapnya awan pada saat itu seakan memberi tanda untuk bumi kalau hujan akan turun ,  aku juga tidak tahu apakah hujan adalah suatu hal yang melengkapi kesedihanku , namun disini aku tidak akan membahas kebahagiaan ataupun kesedihanku tentang hujan . Aku hanya ingin sedikit merelaksasikan hatiku yang telah beku karena kecemburuan yang terjadi tadi . Jujur , aku tidak terlalu paham arti cemburu itu apa , yang aku tahu cemburu adalah ketika hati kita nyesek tingat tinggi melihat ssuatu ataupun seseorang yang kita cintai bersama orang lain , hanya artian seperti itu yang masuk kedalam otakku.

Kembali lagi ke hujan , mungkin hujan kali ini memang satu tujuan dengan jalan pemikiranku,sungguh aku benar-benar menikamti air yang mengucur dari sela-sela dahiku sedikit demi sedikit mengalir keseluruh sudut di wajahku . Pemikiranku segar , nafasku lega , bahkan sel otot jantungku berjalan dengan baik . Aku benar-benar bahagia walaupun sebenarnya aku tidak mampu untuk membuka mataku ketika payung melingkar diatas wanita itu . Pandanganku langsung berlari arah kesatu titik bersudut lancip hanya untuk sekedar menghindar dari pandangannya . Lelaki itu tidak perlu tahu apa yang terjadi denganku karena pada hakikatnya aku hanyalah seorang pengagum rahasia yang merelakan hatiku merasakan sesuatu yang tak pernah aku inginkan ,lagian pula aku hanya seorang wanita , aku tidak mungkin untuk memulai rasa itu .
“Hujan … aku sadar siapa aku dan siapa dia . Sampai kapan pun juga dunia tak kan mempersatukan kita membentuk cinta sejati itu”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar